Motivasi hari ini 06-12-2020

Ketika Pandemi Mengubah Segalanya

Ada perasaan lega dan bangga telah sampai di hari ini. Di bulan terakhir tahun 2020 yang bagi sebagian besar orang terasa berat. Ada yang berjuang, ada yang bertahan, bahkan tak sedikit yang menyerah. Kisahnya sama, pandemi mengubah segalanya. Ekonomi yang berubah, kebiasaan yang berubah, dan juga mental pun ikut berubah. Keluar rumah tak lagi sesederhana melangkahkan kaki melewati pintu, namun kini dibarengi dengan kesiapan fisik dan mental untuk menghadapi situasi di luar sana yang telah berbeda.

Orang lalu lalang mengenakan masker. Sedikit-sedikit usap-usap hand sanitizer. Kulit kering keseringan cuci tangan. Bersenda gurau bersama teman tak lagi sama. Berkerumun dengan orang asing tak lagi aman.

Sembilan bulan berlalu ternyata mengubah orang juga. Dari yang takut menjadi tak peduli. Dari yang tak peduli menjadi lebih mawas diri. Berita-berita di media mengenai Covid19 juga belum tampak akan mereda. Setiap hari ada saja lonjakan kasusnya. Hari ini pasien positif Covid19 di Indonesia tembus angka setengah juta jiwa. Orang-orang lelah. Orang-orang marah. Dan juga orang-orang pasrah. Banyak yang putus kerja. Banyak yang tak bisa berjumpa orang tua. Banyak yang kehilangan keluarga. Dan banyak pula yang pulang tinggal nama.

Ternyata ada satu hal dalam diri kita yang sangat berharga namun sering terlupa, yaitu kesehatan. Karena Covid19 merenggut satu-satunya kenikmatan kita sebagai manusia, yaitu bernafas lega. Kita seperti diingatkan untuk lebih memperhatikan diri. Apakah paru-paruku baik-baik saja? Apakah hidungku masih bisa mencium aroma? Apakah lidahku masih bisa mengenal rasa? Aku sehat tapi apa jangan-jangan aku Orang Tanpa Gejala?

Dulu, tanpa sadar kita memperlakukan tubuh kita semena-mena. Kerja tak mengenal lelah, begadang tak jadi masalah, main dan nongkrong sampai lupa waktu juga asyik saja. Kalaupun terasa tak enak badan, palingan hanya merasa:

“Ah, cuma masuk angin biasa aja”

“Ah, kayaknya kecapekan nih”

“Cuma flu biasa, besok juga sembuh”

Kini kita tak bisa lagi mewajarkan perubahan kesehatan kecil di tubuh kita. Karena selain peduli pada kesehatan diri sendiri, juga ada kesehatan orang di sekeliling kita yang perlu kita jaga. Kata-kata klise “Sehat itu mahal” memang benar adanya ketika masa pandemi ini. Bernafas menjadi hal yang mewah bagi pasien Covid19. Test Swab juga tidaklah murah.

Namun, pandemi juga membawa trend baru untuk kita, yaitu olahraga. Orang-orang jadi lebih peduli dengan kesehatan tubuhnya dengan cara berolahraga. Sebut saja trend bersepeda, yoga di rumah saja, virtual run, dan lain-lain. Kita jadi lebih menyadari, bahwa tubuh kita selama ini telah melakukan hal-hal yang luar biasa. Jantung yang tak lelah berdetak, kaki yang membawa kita ke mana-mana, tangan yang membantu beraktivitas, serta paru-paru yang tak henti bekerja. Hal-hal sekecil itulah yang membawa kita menjadi manusia. Hal-hal sekecil itulah yang mendukungmu melakukan segala apa yang kamu minta.

Mengutip salah satu quote yang sedang viral belakangan ini “Exercise is not a punishment for what you ate. Exercise is a celebration of what the body can do”. Olahraga bukanlah hukuman atas apa yang kamu makan, olahraga adalah perayaan atas apa yang dapat dilakukan oleh tubuh. Berolahraga adalah mensyukuri atas kesehatan yang kita miliki. Mulai saat ini, setiap tarikan nafas, syukuri atas apa yang masih bisa tubuh kita lakukan dengan baik. Syukuri atas sehat yang masih kita miliki hingga saat ini kendati pandemi. Serta jangan lupa, hargai dan jaga baik-baik kesehatan kita.

By ninja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *